KARYA TEKS NEGOSIASI SMA KELAS 10💗

        Teks negosiasi adalah suatu bentuk interaksi sosial antara pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam suatu masalah karena saling berusaha mencapai tujuan yang berbeda, bahkan bertentangan. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering sekali menerapkan negosiasi, entah dalam kegiatan ekonomi seperti tawar-menawar barang, maupun dalam kegiatan sekolah dalam hal menawar perpanjangan waktu ujian pada guru.

        Nah, kali ini saya akan membuat teks negosiasi mengenai aturan kegiatan siswa di sekolah yang dibatasi hingga pukul 17.00. Sekaligus sebagai produk tugas bahasa Indonesia dan informatika SMA Negeri 2 Kediri.

 

  

17.00 Masih Belum Cukup, Pak

 

Ciri-Ciri Teks Negosiasi, Tujuan, Struktur, Cara Pembuatan, dan Contoh-Contohnya  - Ragam Bola.com

 


Pukul 17.00 Pak Budianto, seorang petugas ketertiban Smada melihat cctv dengan teliti di ruang Waka guna mengecek keamanan serta memastikan siswa-siswi Smada telah meninggalkan kelas karena waktu sudah sore. Namun tampak di kelas X-5 masih terdapat beberapa anak yang sedang berkutik dengan laptop dan tidak ada tanda-tanda berkemas untuk pulang. Dengan segera Pak Budianto menghampiri kelas tersebut untuk memperingatkan para penghuninya. 


"Tok tok tok." Terdengar pintu kelas diketuk.


Pak Budianto : "Permisi, selamat sore." Salam Pak Budi dari depan pintu.


Adam : "Wah mampus, kita gak pulang-pulang sampai sore malah disamperin setan Smada."


Lusi : "Ah, ngawur kamu, Dam. Itu pasti Pak Budianto mau ngomelin kita karena gak pulang-pulang." Jawab Lusi mendengar ucapan Adam yang ngelantur. 


Aca yang tidak banyak bicara pun mempersilahkan Pak Budianto untuk masuk kelas.


Aca : "Iya, silahkan masuk, Pak."


Pak Budianto : "Hayo! Anak-anak segera pulang. Ini sudah sore."


Rahma : "Sebentar lagi ya, Pak. Ini kita masih sibuk mengerjakan tugas panitia untuk Smada Cup besok." Ucap Rahma sambil memotong tumpukan kertas-kertas keperluan acara.


Lusi : "Iya, Pak. Sebentar lagi ya. Ini saya sama Adam juga masih kelompokan Fisika bikin PPT. Mana ini gak selesai-selesai karena internet lemot dan wi-fi Smada mati."


Pak Budianto : "Anak-anak kalian tahu kan, peraturan sekolah kita supaya sudah meninggalkan sekolah pukul 17.00. Ini untuk keselamatan kalian juga, supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan." 


Rahma : "Iya kita tahu, Pak. Tapi mau bagaimana lagi, ini tugas kita banyak banget, apalagi ini Smada. Wah, tugasnya gak main-main, Pak."


Anak kelas X-5 tetap bersikukuh agar mendapat perpanjangan waktu untuk berada di sekolah kepada Pak Budianto. Karena mereka merasa jika mengerjakan tugas sehabis pulang sekolah lebih efektif daripada di rumah.


Vina : "Kita minta kelonggaran waktunya, Pak Budianto. Ini saya yang bukan panitia aja jadi ikut bantuin Rahma supaya cepat selesai karena saking banyaknya tugas. Dan jika ini dikerjakan di rumah kasihan Rahma kekurangan orang untuk membantu."


Risma : "Iya, Pak. Mohon kelonggaran waktunya sedikit lagi. Ini saya juga masih mengerjakan Ekonomi disuruh merangkum satu bab dari pulang sekolah tadi belum selesai, Pak. Mana pulpen saya sampai ganti dua kali, nanti paling-paling gurunya masuk juga cuma bahas soal tanpa bahas materi."


Lusi : "Mohon pengertiannya, Pak. Saya juga lagi minta bantuan ke Adam buat benerin aplikasi di hp saya buat tugas seni budaya yang dari tadi error."


Pak Budianto : "Bapak juga minta pengertiannya anak-anak. Saya disini cuma mau memenuhi tanggung jawab saya sebagai petugas ketertiban di sekolah ini. Jika ada apa-apa, kan nanti saya juga yang kena."


Rahma : "Ayolah, Pak. Ini mumpung saya lagi mood banget untuk mengerjakan tugas sebanyak ini. Selagi ada waktu luang gitu, Pak. Sekalian habis ini saya juga ada les dan daripada saya harus bolak-balik habisin bensin karena rumah saya jauh."


Pak Budianto : "Ya sudah jika begitu saya kasih kalian kelonggaran waktu 15 menit hingga pukul 17.15."


Adam : "Pak maaf, tolong dilonggarkan lagi hingga 17.30 bisa tidak? Kita kurang waktu jika ditambah 15 menit saja. Saya juga masih menghafalkan tugas drama bahasa Inggris saya, Pak. Waduh susah banget ini."


Pak Budianto : "Anak-anak itu sudah sore sekali. Saya khawatir dengan keselamatan kalian, apalagi ini tanggung jawab saya sebagai petugas ketertiban. Kalian kan juga bisa mengerjakan tugas seperti merangkum, membuat PPT, dan menghafal dialog drama di rumah, kan?" 


Lusi : "Wah, Pak. Untuk seukuran kami para anak Smada ini. Pulang sekolah pun masih tetap banyak kesibukan. Sehabis ini jam 17.30 saya langsung pergi les dan pulang jam 19.00, itu pun fisik dan pikiran sudah lelah, Pak. Paling-paling masih tersisa energi untuk diskusi di chat dan menghafal gerakan senam untuk tes besok Jumat." 


Pak Budianto : "Ya kalau begitu kalian kerjakan tugasnya di akhir pekan saja anak-anak. Itu kan ada waktu luang 2 hari di Sabtu dan Minggu."


Aca  : "Jika Sabtu Minggu kita juga butuh istirahat, Pak. Selain itu kita pasti kelompokan lagi di mata pelajaran lain. Apalagi ini sekelas Smada biasanya juga sering ada acara yang mengharuskan kita tetap sibuk di hari libur. Mengerjakan tugas pun kadang kita tidak sempat, Pak. Jadi sekalian saja sehabis pulang sekolah seperti ini." 


Vina : "Iya benar itu, Pak. Jadi mohon untuk dilonggarkan waktunya lagi ya, Pak. Ini juga tinggal sedikit lagi." 


Pak Budianto : "Baik saya perpanjang hingga pukul 17.30. Dan saya tidak menerima perpanjangan lagi mengingat ini sudah sangat sore. Jika lebih dari jam itu kalian tidak segera pulang, akan saya laporkan BK."


Adam : "Baik, Pak. Kami setuju. Terima kasih, Pak atas kelonggarannya." 

Risma : "Iya, Pak. Saya juga setuju. Kami berjanji akan bertanggung jawab dengan kesepakatan kita hari ini." 


Pak Budianto : "Ya sudah kalian sekarang segera pulang. Karena ini sudah pukul 17.30 sesuai dengan perjanjian kita barusan. Saya tunggu kalian di depan kelas, selamat sore." Ucap Pak Budianto sambil berjalan ke luar kelas.


Rahma : "Baik, Pak. Terima kasih banyak, selamat sore."


Adam : "Wah akhirnya pulang! Badanku sudah capek banget, apalagi diomelin Pak Budianto barusan." 


Lusi : "Daripada ketemu setan Smada mending diomeli Pak Budianto, Dam."


Aca : "Sudah yuk segera kemas-kemas. Sudah ditunggu Pak Budianto di depan." 


Akhirnya, tepat pukul 17.30 anak X-5 yang sebelumnya masih mengerjakan tugas, kini sudah meninggalkan kelas untuk pulang dan pergi les. Mereka merasa terbantu dengan hasil negosiasi yang mereka lakukan dengan Pak Budianto. Memang jika dilihat sekilas pukul 17.00 itu sudah sangat sore untuk seukuran anak sekolah yang sudah berangkat sejak pagi. Namun karena ini adalah Smada, ada konsekuensi yang harus ditanggung para siswanya. Seperti jumlah tugas yang lebih banyak dari sekolah lain. Sehingga pukul 17.00 sore itu masih terbilang waktu yang singkat bagi kami anak Smada.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOKUMENTASI SMA KELAS 10 DI SMA NEGERI 2 KEDIRI

Resep Maklor Yummy

VLOOKUP dan HLOOKUP | Ms. Exel