Karya Cerita Inspiratifku🌻
Bercerita dan mendengarkan cerita adalah kegiatan yang hampir disukai semua orang. Di banyak kesempatan, dimana saja, siapa saja jika sudah berkumpul pasti ada cerita yang disampaikan. Sekarang bercerita sudah menembus batas ruang dan waktu. Bercerita dapat dilakukan di media sosial di dunia maya.
Berbicara mengenai cerita, disini aku ingin membahas tentang cerita inspiratif. Cerita inspiratif sendiri merupakan bentuk narasi yang lebih bertujuan memberi inspirasi kebaikan kepada banyak orang. Nah, kali ini aku akan membagikan karya tulisan cerita inspiratifku ke kalian yaa. Terima kasihh :3
Angin sore berembus tenang, menyapu bulu lusuh Uci, si burung merpati putih dalam sangkar reotnya. Sudah 3 bulan ia berada di sini, ditangkap pemburu hutan dan hanya diberi makanan sisa. Tubuhnya lengket tak terawat, bulu putihnya pun kini sudah tak tampak tertutup debu. Ditambah ia tak bisa terbang seperti dahulu sebab sayapnya tertembak peluru pemburu hutan.
"Ahh, bagaimana ini lama-lama aku tak sanggup hidup lagi." Pasrah Uci dengan keadaannya.
"Aku menyesal mengikuti Coco pergi ke rumah si saudagar kaya. Harusnya aku dulu mencari tahu kebenaran ucapan Coco sebelum mengikutinya. Aku jadi malah tertangkap pemburu hutan ini. Pasti sekarang ia tinggal disangkar yang besar, makanannya enak, badannya selalu dirawat. Sedangkan aku, ahh sudahlah." Sesal Uci mengingat Coco, burung beo tetangganya yang kini sudah dipelihara saudagar kaya.
3 bulan sebelum Uci seperti sekarang. Coco pernah menghampirinya saat sedang minum di danau dekat rumahnya.
"Hey Uci, ayo ikut denganku!" Ajak Coco dengan semangat.
"Memang kamu mau ke mana Co?, kamu tampak girang sekali." Tanya Uci melihat tingkah Coco.
"Ayo terbang di sekitar rumah saudagar kaya itu. Aku yakin di dalam rumahnya ada sangkar emas yang besar, dan banyak makanan. Kata orang-orang dia suka mengoleksi burung, terutama merpati putih sepertimu." Terang Coco membujuk Uci dengan menceritakan saudagar kaya.
Karena persediaan buah di hutan dekat sarangnya kini mulai menipis, ditambah Uci ini dasarnya pemalas. Ia langsung mau mengikuti ajakan Coco tanpa berpikir panjang tentang kebenaran si saudagar kaya. Padahal Coco ini terkenal di kalangan para burung hutan, sebagai burung yang suka berbohong, manipulatif, dan mau enaknya sendiri.
Akhirnya, terbanglah mereka berdua ke rumah saudagar kaya. Berharap mereka akan dipelihara oleh si saudagar kaya, dan hidup nyaman tanpa perlu kerja keras. Namun hari ini adalah hari yang apes bagi Uci, tiba-tiba peluru pemburu hutan menembak salah satu sayapnya, dan langsung jatuh ketanah seketika.
"Ahh sakit!. Coco tunggu akuuuu..." Erang Uci kesakitan dan berteriak melihat Coco pergi meninggalkannya. Setelah itu ia tak sadarkan diri, dan bangun di dalam sangkar reot yang ditinggalinya hingga kini.
Sedangkan Coco yang meninggalkan Uci sewaktu pergi ke rumah saudagar kaya. Kini sudah menjadi peliharaan kesayangan si saudagar kaya, hidupnya mewah, tinggal di sangkar emas, dan tentunya mendapat makanan enak, yang selalu ada tanpa harus repot-repot pergi dari ujung hutan ke ujung hutan lain.
Sebenarnya, sebelum Coco mengajak Uci ke rumah saudagar kaya. Ia tahu bahwa di perjalanan nanti pasti akan melewati pemburu hutan yang sudah beberapa kali sering datang. Supaya Coco bisa ke rumah saudagar kaya tanpa tertangkap pemburu, akhirnya ia membohongi Uci dengan memanfaatkan kemalasan dan sifat tak berpendirian Uci agar ikut dengannya. Ia pun tahu si saudagar kaya sebenarnya menyukai burung beo sepertinya bukan merpati putih seperti Uci. Sedangkan pemburu hutanlah yang menyukai burung merpati seperti Uci yang nantinya untuk dijual. Namun ada salah satu penduduk hutan yang pernah memberi tahu Coco, bahwa pemburu hutan sangatlah keji saat menyembelih burung-burung yang ditangkapnya. Hal inilah yang membuat Coco semakin yakin untuk membodohi Uci. Kini kita tunggu saja bagaimana nasib Uci selanjutnya.
Maka dari itu, agar kita tidak bernasib buruk seperti Uci, janganlah menjadi orang yang hanya mau hidup enaknya saja tanpa mau bekerja keras. Kita tak tahu dengan hidup nyaman yang instan itu, dampak apa yang akan kita dapat selanjutnya. Kita pun harus memiliki pendirian dalam diri kita, supaya dengan ucapan orang lain kita tak mudah untuk langsung mengikutinya. Dengan sifat pembohong Coco pun tak perlu mencontohnya, sebab semua yang kita lakukan, baik maupun buruk pasti akan mendapat balasan.
Dan dikabarkan, kini si saudagar kaya mendapatkan burung beo yang lebih pintar dan indah dari Coco. Rencananya Coco akan dijual ke pemburu hutan yang pernah menembak Uci. Karena pemburu hutan dan saudagar kaya sebenarnya sudah lama berbisnis jual beli burung-burung hutan.
“Argghh.., kenapa sekarang aku yang malah dijual ke pemburu itu. Harusnya aku tak pernah datang lemari hahh..!!!.” Emosi Coco melihat nasib buruk yang didapatnya.
Komentar
Posting Komentar